Sabtu, 27 September 2014

Demokrasi sama dengan Liberal

Assalamualaikum

Selamat Hari Minggu

Indonesia akhir akhir ini sedang diguncang dengan perubahan UU yang merubah pemilihan kepala daerah dari pemilihan umum langsung menjadi pemilihan oleh DPR/DPRD. Mungkin saya tidak terlalu expert untuk membahas hal itu, tetapi saya mempunyai pemikiran tersendiri tentang sistem Demokrasi yang ada di INDONESIA.

Setelah muncul perubahan UU tersebut banyak gerakan media sosial yang mengatakan RIP DEMOCRACY. Saya tidak mengerti apa maksudnya? Apakah mereka akan menangisi perubahan UU tersebut, atau kah mereka sangat memuja sistem demokrasi sebelumnya sehingga mereka menolak perubahan. Ya, Demokrasi menjadi sangat dipuja dalam masyarakat modern ini. No doubt it. Mereka mulai menjauhi liberal untuk beralih ke Demokrasi yang dianggap sistem ideal.

Apa itu Demokrasi, apa itu liberal? Banyak referensi yang mengartikan dengan maksud yang berbeda beda. Menurut kacamata saya, Liberal adalah sistem yang memberikan KEBEBASAN kepada tiap masyarakat untuk menentukan sesuatu, sehingga secara tidak langsung akan muncul invisible hand yang dianggap telah mengatur semuanya. Demokrasi adalah sistem dimana masyarakat memiliki suara masing masing dalam menentukan/mempengaruhi suatu keputusan kata lainnya adalah masyarakat berpartisipasi langsung. Apakah ada perbedaannya dari keduanya?

Dasar liberal adalah KEBEBASAN. Dalam demokrasi kitapun juga mengenal prinsip KEBEBASAN. Lalu apa yang membedakan dari keduanya. Jawabannya adalah tidak ada. Yang anda lihat hanyalah kemasan yang berbeda,tapi isinya sebenarnya sama. Seperti pemilihan langsung. Jika dipahami pemilihan langsung tetap memberikan KEBEBASAN tiap orang untuk berpendapat,tidak ada aturan (liberal) dalam memilih. Demokrasi tetap membuat perbedaan antara mayoritas dan minoritas, yang kaya dengan yang miskin. Demokrasi tetap mengutamakan kebebasan hak asasi setiap manusia seperti dalam liberal. hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila. Demokrasi sebenarnya adalah liberal modern. Perlahan masyarakat diubah perilakunya melalui sistem Demokrasi

Kegagalan besar dalam Demokrasi di Indonesia adalah munculnya partai yang mengaku mengakomodir kepentingan masyarakat. Sehingga yang bisa mempengaruhi keputusan pemerintahan hanyalah partai dalam parlemen, bukan masyarakat. Masyarakat hanya bisa menyampaikan aspirasi sebatas layar kaca. Masyarakat hanya dijadikan penonton. Masyarakat menjadi tidak punya peran dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Masyarakat yang hanya sebatas berpartisipasi dalam pemilihan umum hanyalah untuk membodohi masyarakat.

Berarti ada dua kesalahan fatal yang telah kita lakukan. Pertama kita telah mengikuti sistem demokrasi yang kita anggap sistem ideal yang ternyata tidak ada bedanya dengan liberal karena menganut KEBEBASAN. Kedua, adanya partai dalam sistem demokrasi. Hal tersebut membuat masyarakat hanya diikutkan dalam pengambilan keputusan pemilihan pemimpin tetapi tidak diikutkan dalam pengambilan keputusan pemerintahan. "Suara parlemen bukan suara rakyat". Itulah yang terjadi saat ini di Indonesia.

Cobalah berfikir dan jangan menjadi masyarakat follower
jangan sampai kita terjebak oleh sebuah pemikiran

Wassalam

#terimakasihuntuktidakmembaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar