Assalamualaikum wr wb
Selamat Hari Minggu, hari yang cukup baik untuk beristirahat
Hari ini saya akan membicarakan sedikit tentang hutang dalam prinsip dasar akuntansi.
Bagaimana menurut kalian tentang hutang dalam prinsip dasar akuntansi?
Apakah kalian ingat dengan prinsip dasar akuntansi yaitu Asset = Hutang + Ekuitas.
Apakah kalian pernah memiliki pertanyaan mengapa ada hutang didalam persamaan akuntansi?mengapa posisi hutang berada sebelum Ekuitas?
Saya pernah menanyakan hal ini di dalam kelas ketika kuliah. Jawaban yang diberikan oleh dosen saya adalah "sudah aturannya yang dibuat seperti itu.ikuti saja". Jawaban yang membuat saya semakin penasaran. Apakah kita sebagai pelajar hanya mencoba untuk memahami apa yang sudah dibuat. Menurut saya belajar adalah bagaimana membentuk pola pikir, bukan mentransfer pola pikir agar memiliki pemikiran yang seragam.
Kembali ke topik. Jawaban dari pertanyaan pertama. Dalam teori akuntansi, khususnya akuntansi yang berbasis liberal, hutang memang sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah hutang digunakan sebagai penambah modal kerja. Ketika perusahaan mengalami kerugian, dengan berhutang maka perusahaan akan dapat memenuhi beban beban perusahaan. Yang kedua adalah hutang akan memberikan informasi positif pada investor. Dengan berhutang saham yang dijual akan meningkat. Hal itu dikarenakan para investor akan melihat keberanian perusahaan dalam mencari hutang dan kesiapan perusahaan dalam membayar hutang. Jika perusahaan memiliki kemampuan membayar hutang yang baik, tentu investor akan tertarik karena melihat kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut. Sehingga investor akan berbondong bondong membeli saham perusahaa tersebut yang terlihat baik kinerjanya.
Jawaban dari pertanyaan kedua adalah hutang adalah kewajiban yang lebih didahulukan daripada ekuitas. Jadi, jika perusahaan akan bangkrut maka yang harus didahulukan adalah mengembalikan hutang, jika memang ada sisa baru dibagikan pada shareholder. Sehingga shareholder perusahaan yang terbesar adalah bank sebagai pemberi pinjaman dibandingkan pemilik saham.
Menurut anda apakah baik hutang itu?
Perusahaan yang rakus tentu akan mengambil hutang dengan tujuan ingin sahamnya laku dengan harga tinggi. Dengan hutang yang tinggi akan menjadikan sebuah resiko yang dimiliki perusahaan. Jika resiko tersebut tidak bisa dipenuhi maka akan membuat perusahaan terancam. Selanjutnya hutang akan menjadikan bank sebagai pihak terbesar yang memonitor perusahaan. Jika perusahaan sudah tidak sanggup membayar hutang kemungkinan perusahaan akan menjadi milik bank. Sehingga aturan tersebut sangat menguntungkan bank sebagai pihak pemberi pinjaman + bunga.
Demikian singkatnya.
Semoga bermanfaat.
Tulisan ini bukan sebuah teori, hanya tulisan yang muncul dari sebuah ide.
#terimakasihuntuktidakmembaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar